
Transisi dari popok ke toilet memang milestone besar buat balita. Juga merupakan perubahan psikologis yg signifikan pd balita, menandai kemerdekaan baru dan pergeseran hubungan dgn Anda, bundanya. Tak seperti milestone lainnya, toilet training membutuhkan bimbingan yg intens, waktu dan kesabaran. Tapi Anda dan balita pasti bisa!
- Pastikan balita siap. Umumnya balita bisa diajak toilet training setelah otot-ototnya mulai dpt mengontrol kandung kemih pd usia di atas 18 bulan. jg ditandai dgn kesiapan emosi, fisik dan psikologis di usia sekitar 2-3 tahun. Tanda-tandanya antara lain, dpt duduk tegak, bisa kering dlm 2-3 jam, dpt membuka-memakai celana, bisa memahami intruksi sederhana dan sudah bisa mengatakan keinginannya.
- Biasakan kegiatan kamar mandi. Mulai kenalkan dan biasakan ia pipis dan buang air besar (BAB) di pispot / potty chair. Biarkan ia memilih agar ia suka menggunakannya. Perlihatkan ketika Anda membuang dan mem-flush kotorannya dari popok di kloset. Ajak ia ketika Anda menggunakan toilet supaya ia makin paham perlunya toilet. Ceritakan secara sederhana cara pipis dan bab serta proses memakai pispot / toilet, jelaskan tentang alat kelamin dan fungsinya, bacakan cerita / dongeng tentang pispot, dan belikan ia celana dlm seperti layaknya anak sudah besar.
- Atur jadwal. Mengatur asupan cairan dan makanan ke tubuh balita diperlukan untk mengatur interval ke kamar mandi. Amati jadwal siklus pipis dan buang air besarnya, misalnya ia biasa pup sekitar jam 9 pagi dan pipis 1 jam sekali. Siklus pipis dan bab ni memudahkan Anda mengajaknya menyalurkan dorongan bak dan bab di tempat dan waktu yg tepat.
- Konsisten. Pastikan pula pengasuh anak mampu secara konsisten melaksanakan pelatihan yg Anda terapkan sehingga tak terjadi kebingungan. Beri informasi lengkap dan detil mengenai kebiasaan dan jadwal pipis dan balita. Konsisten membimbing balita akan membuatkan cepat paham dan maik trampil memakai toilet.
- Pakai cara seru. Lambungkan kreativitas Anda untk mengajak balita melakukan toilet training agar lebih seru. Anda dpt memasang obat khusus yg tak berbahaya untk membuat air di kloset menjadi biru, memasang papan target untk balita menempel stiker tanda berhasil memakai pispot/toilet dgn benar. Atau menempatkan boneka favorit sebagai teman ketika pipis / pup, dan cara lainnya. Agar ia gebira dan selalu bersemangat melakukan toilet training.
- Beri pujian. Rayakan bila ia berhasil melakukan pipis dan pup dgn benar. Hadiahi dgn pujian. Jadikan hal toilet training sesuatu yg penting dan terbaik dlm hidupnya. Kalaupun terjadi ‘kecelakaan’ hindari untk menhukumnya, katakan saja Anda tak suka. Wajah marah dan kecewa Anda, hanya akan membuatnya takut dan malah lebih sering tak mau mengatakan bahwa ia ingin pipis / pup. (me)
Artikel: Ayahbunda.co.id
Gambar : kiddosandpups.com
source : http://lapakbunda.blogspot.com, http://youtube.com, http://detik.com
0 Response to "6 Trik Toilet Training"
Post a Comment