This site uses cookies from Google to deliver its services, to personalize ads and to analyze traffic. Information about your use of this site is shared with Google. By using this site, you agree to its use of cookies. Learn More

[AKHBAR] Hadits Mengenai Larangan Isbal

Hadits Mengenai Larangan Isbal
(Nida' Ar-Rahman) Isbal adlh menjulurkan pakaian sampai di bawah mata kaki, dan Isbal dilarang bagi laki-laki. Adapun perempuan maka dia wajib menjulurkan pakaiannya dikarenakan aurat wanita itu seluruh badan kecuali wajah dan kedua telapak tangan dan tak ada istilah isbal bagi wanita. Pada kesempatan ni kami ingin membahas tentang isbal dan hukuman bagi para penyuka isbal.
Rasulullah saw bersabda :
عَÙ†ْ Ø£َبِÙ‰ ذَرٍّ عَÙ†ِ النَّبِÙ‰ِّ -صلى الله عليه وسلم- Ù‚َالَ « Ø«َلاَØ«َØ©ٌ لاَ ÙŠُÙƒَÙ„ِّÙ…ُÙ‡ُÙ…ُ اللَّÙ‡ُ ÙŠَÙˆْÙ…َ الْÙ‚ِÙŠَامَØ©ِ Ùˆَلاَ ÙŠَÙ†ْظُرُ Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِÙ…ْ Ùˆَلاَ ÙŠُزَÙƒِّيهِÙ…ْ ÙˆَÙ„َÙ‡ُÙ…ْ عَذَابٌ Ø£َÙ„ِيمٌ » Ù‚َالَ فَÙ‚َرَØ£َÙ‡َا رَسُولُ اللَّÙ‡ِ -صلى الله عليه وسلم- Ø«َلاَØ«َ Ù…ِرَارٍ. Ù‚َالَ Ø£َبُÙˆ ذَرٍّ Ø®َابُوا ÙˆَØ®َسِرُوا Ù…َÙ†ْ Ù‡ُÙ…ْ ÙŠَا رَسُولَ اللَّÙ‡ِ Ù‚َالَ « الْÙ…ُسْبِÙ„ُ ÙˆَالْÙ…َÙ†َّانُ ÙˆَالْÙ…ُÙ†َفِّÙ‚ُ سِÙ„ْعَتَÙ‡ُ بِالْØ­َÙ„ِفِ الْÙƒَاذِبِ ».
Artinya :
Dari Abu Dzar ra, dari Rasulullah saw bersabda : “Tiga golongan yg tak akan diajak bicara oleh Allah, tak dilihat oleh Allah, tak disucikan oleh Allah dan bagi mereka adzab yg pedih”, (Rasulullah mengulangi perkataanya ni sebanyak tiga kali), Abu Dzar berkata “mereka benar-benar rugi, siapakah tiga golongan itu wahai Rasulullah?”, Beliau menjawab “(tiga golongan tersebut adalah) orang yg membiarkan sarungnya sampai menjulur dibawah mata kaki, orang yg menyebut-nyebut pemberiannya, dan orang munafik, barang dagangan (amal) mereka sia-sia”. (HR. Muslim No. 306, Juz 1.)
Dan Nabi Muhammad saw jg bersabda :
لا ينظر الله إلي من جرّ إزاره بطرا
Artinya :
“Allah enggan melihat orang yg menjulurkan sarung (pakaian)nya dgn maksud sombong”. (HR. Al-Bukhori dan Muslim)
Nahas, Kebiasaan buruk ni telah dianggap biasa pd zaman ni dikarenakan kebodohan masyarakat. Agar kebiasaan buruk ni dianggap sebuah hal yg tak bermasalah maka setan telah membisikkan kepada sebagian manusia dgn alasan mereka tak menjulurkan pakaiaannya lantaran sombong dan congkak, sedangkan dlm beberapa riwayat hadits nabi saw melarang isbal ni dgn alasan sombong.
Mereka yg beralasan bahwa isbal tak bermasalah jika tanpa disertai kesombongan sejatinya mereka belum merenungi bahwa sebenarnya ancaman Allah itu sangat dahsyat bagi mereka yg isbal lantaran sombong, tapi bagi yg melakukan isbal walaupun tanpa disertai kesombongan pun ada ancamannya.
Tapi pastinya ancaman tersebut berbeda tingkatnya antara isbal lantaran sombong dgn isbal tanpa disertai kesombongan. Bagi mereka yg isbal disertai kesombongan maka adzab Allah bagi mereka jauh lebih mengerikan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw :
ما تحت الكعبين من الإزار ففي النار
Artinya :
“Tidaklah pakaian yg menjulur di bawah mata kaki kecuali berada di neraka”. (HR. an-Nasa’i)
من جرّ ثوبه خيلاء لم ينظر الله إليه يوم القيامة
Artinya :
“Barangsiapa yg menjulurkan pakaianya lantaran congkak maka Allah enggan melihatnya pd hari kiamat”. (HR. Al-Bukhori No, 3465)
Jika seorang laki-laki muslim menjulurkan jubahnya / pakaianya dibawah mata kaki lantaran sombong dan congkak maka hukuman baginya pun jauh lebih dahsyat dan mengerikan daripada mereka yg hanya sekedar isbal tanpa kesombongan.
Mengapa mereka yg isbal walaupun tanpa kesombongan jg mendapatkan adzab?. Hal ni dikarenakan islam melarang kita menjulurkan pakaian, karena menjulurkan pakaian bagi laki-laki menyerupai kebiasaan orang-orang jahiliyyah dan orang-orang kafir, dan menjulurkan pakaian sampai dibawah mata kaki adlh kebiasaan para penyombong. Sehingga hanya sekedar menyerupai mereka pun kita dilarang walaupun tanpa ada rasa sombong, Kecuali bagi mereka yg tak sengaja seperti kasus Abu Bakar ra. Dan Rasulullah saw pun tak pernah isbal, sehingga seyogyanya kita meniru beliau saw.
Dalam masalah ni terdapat sebuah hadits, berikut redaksinya :
Ø­َدَّØ«َÙ†َا سُفْÙŠَانُ بْÙ†ُ عُÙŠَÙŠْÙ†َØ©َ ، عَÙ†ْ Ø¥ِبْرَاهِيمَ بْÙ†ِ Ù…َÙŠْسَرَØ©َ ، عَÙ†ْ عَÙ…ْرِÙˆ ابْÙ†ِ الشَّرِيدِ ، عَÙ†ْ Ø£َبِيهِ Ø£َÙˆْ : عَÙ†ْ ÙŠَعْÙ‚ُوبَ بْÙ†ِ عَاصِÙ…ٍ ، Ø£َÙ†َّÙ‡ُ سَÙ…ِعَ الشَّرِيدَ ÙŠَÙ‚ُولُ : Ø£َبْصَرَ رَسُولُ اللَّÙ‡ِ صَÙ„َّÙ‰ اللَّÙ‡ُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ رَجُÙ„ًا ÙŠَجُرُّ Ø¥ِزَارَÙ‡ُ ، فَØ£َسْرَعَ Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ø£َÙˆْ : Ù‡َرْÙˆَÙ„َ ، فَÙ‚َالَ : ” ارْفَعْ Ø¥ِزَارَÙƒَ ، ÙˆَاتَّÙ‚ِ اللَّÙ‡َ ” ، Ù‚َالَ : Ø¥ِÙ†ِّÙŠ Ø£َØ­ْÙ†َفُ ، تَصْØ·َÙƒُّ رُÙƒْبَتَايَ ، فَÙ‚َالَ : ” ارْفَعْ Ø¥ِزَارَÙƒَ ، فَØ¥ِÙ†َّ ÙƒُÙ„َّ Ø®َÙ„ْÙ‚ِ اللَّÙ‡ِ عَزَّ ÙˆَجَÙ„َّ Ø­َسَÙ†ٌ ” ، فَÙ…َا رُئِÙŠَ ذَÙ„ِÙƒَ الرَّجُÙ„ُ بَعْدُ Ø¥ِÙ„َّا Ø¥ِزَارُÙ‡ُ ÙŠُصِيبُ Ø£َÙ†ْصَافَ سَاقَÙŠْÙ‡ِ ، Ø£َÙˆْ : Ø¥ِÙ„َÙ‰ Ø£َÙ†ْصَافِ سَاقَÙŠْÙ‡ِ
Artinya :
Sufyan bin ‘Uyainah menuturkan kepadaku, dari Ibrahim bin Maisarah, dari ‘Amr bin Asy Syarid, dari ayahnya, / dari Ya’qub bin ‘Ashim, bahwa ia mendengar Asy Syarid berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam melihat seorang laki-laki yg pakaiannya terseret sampai ke tanah, kemudian Rasulullah bersegera (atau berlari) mengejarnya. Kemudian beliau bersabda:
“angkat pakaianmu, dan bertaqwalah kepada Allah“. Lelaki itu berkata: “kaki saya bengkok, lutut saya tak stabil ketika berjalan”. Nabi bersabda: “angkat pakaianmu, sesungguhnya semua ciptaan Allah Azza Wa Jalla itu baik”. Sejak itu tidaklah lelaki tersebut terlihat kecuali pasti kainnya di atas pertengahan betis, / di pertengahan betis.
Maka hendaknya mereka yg suka menghabiskan waktu mereka untk menta’wil dan mendebat perintah dan larangan Allah serta Rasul-Nya. Hendaknya mereka ingat ayat berikut ni :
فَÙ„ْÙŠَØ­ْذَرِ الَّذِينَ ÙŠُØ®َالِفُونَ عَÙ†ْ Ø£َÙ…ْرِÙ‡ِ Ø£َÙ†ْ تُصِيبَÙ‡ُÙ…ْ فِتْÙ†َØ©ٌ Ø£َÙˆْ ÙŠُصِيبَÙ‡ُÙ…ْ عَذَابٌ Ø£َÙ„ِيمٌ
Artinya :
“Hendaknya orang-orang yg menyalahi perintah-Nya takut akan tertimpa cobaan / adzab yg pedih”. (QS. An-Nur 63).
Diolah dan diterjamahkan dari : Al-Isbal, tulisan Hamdan bin Abdullah Al-Hamdan

0 Response to "[AKHBAR] Hadits Mengenai Larangan Isbal"

Post a Comment

Contact

Name

Email *

Message *